Posted on

Sasirangan Banjarmasin

Sasirangan merupakan kain tradisional yang berasal dari Kalimantan Selatan yang telah ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebagai salah satu dari 33 kain tradisional warisan budaya tak benda di Indonesia. Sasirangan berasal dari kata sirang atau menyirang yang dalam bahasa banjar berarti menjelujur atau teknik menjahit menggunakan tangan (Kholis, 2016; Annisa, 2014). Sesuai dengan istilah namanya, motif kain sasirangan dibuat dengan menjahit terlebih dahulu kain dengan teknik jelujur. Benang jahitan kemudian ditarik hingga kain mengerut dan setelah itu diberi warna pada jahitan jelujurnya sehingga menghasilkan motif yang cantik (Abdi, 2011). Pada mulanya kain sasirangan hanya dibuat untuk mengobati orang sakit dan mengusir roh jahat, sehingga hanya orang tertentu yang dapat membuat kain ini, tetapi sekarang kain sasirangan dapat dibuat oleh siapa saja asalkan mempunyai keterampilan untuk membuatnya (Ganie, 2014; Seman, 2008). Saat ini di Kalimantan Selatan banyak sekali pengrajin yang mampu membuat kain sasirangan dengan berbagai motif yang menarik.

Nida Sasirangan, Banjarmasin

Pembuatan kain sasirangan umumnya masih dilakukan secara tradisional, mulai dari tahap mendesain motif, merajut, mencelup, membuka rajutan, mencuci dan menyetrika. Rumitnya pembuatan kain sasirangan dan keunikan motifnya membuat kain sasirangan bayak diminati baik itu warga asli suku banjar maupun para wisatawan. Banyaknya peminat sasirangan membuat industri sasirangan menjadi Komoditi/Produk/Jenis Usaha (KPJU) unggulan untuk sektor industri (Badan Pusat Statistik Provinsi Kalimantan Selatan, 2009).

Sebagai produksi unggulan, pemerintah Kalimantan Selatan bekerja sama dengan Bank Indonesia telah melakukan berbagai langkah untuk meningkatkan jumlah pengusaha atau pengrajin sasirangan. Usaha yang dilakukan antara lain dengan membentuk Rumah Sasirangan dimana setiap 3 hari dalam seminggu mengadakan pelatihan, membentuk kelompok usaha dan memberikan bantuan sarana produksi (Aida, 2015). Selain itu pemerintah juga membentuk kawasan khusus sasirangan yang diberi nama kampung sasirangan sebagai pusat penjualan sasirangan. Nida sasirangan merupakan salah satu UKM yang dulunya memasarkan produknya di kampung sasirangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *